BalangBlogger

Just another Blogdetik.com weblog

  •  

    Agustus 2010
    S S R K J S M
    « Jul    
     1
    2345678
    9101112131415
    16171819202122
    23242526272829
    3031  
  • Arsip

  • Member

    banner angingmammiri
  • Meta

  • Pesta Blogger 2009

  • Lomba Posting Merah Putih

    merah putih Indonesiaku
  • Blogger Bekasi

    Komunitas Blogger Bekasi

  • Blog Review

  • Twitter Diary

    new TWTR.Widget({ search: '\"San Francisco\" OR @sf OR #sf', id: 'twtr-search-widget', loop: true, title: 'What\'s being said about...', subject: 'San Francisco', width: 250, height: 300, theme: { shell: { background: '#3082af', color: '#ffffff' }, tweets: { background: '#ffffff', color: '#444444', links: '#1985b5' } } }).render().start();
  • Kode Etik Blogger Indonesia

    Kode Etik Blogger Indonesia

Quo Vadis Kebijakan Agunan Pada Bank Syariah

Posted by musliminbeta on 23 Juli 2010

Pada awal kehadirannya, kebijakan pengelola bank syariah dalam memberikan pinjaman kepada nasabah cukup dengan rekomendasi dari ulama, sementara syarat agunan hanya menempati nomor sekian. Dampaknya, banyak pinjaman dari bank syariah mengalami kredit macet karena tidak ada moral guarantee alias kejujuran dari pada peminjam dana. Ada peminjam kadang bersikap jujur ketika mengalami kerugian usaha, namun kurang jujur ketika mendapat untung dari usahanya.
Pada tahun 1998, Bank Muamalat tidak membagi keuntungan kepada para nasabah dan deposannya disebabkan pembiayaan yang disalurkan mengalami kemandegan. Bahkan para karyawan bank syariah pertama di Indonesia itu mengalami pemotongan gaji. Pada masa-masa tersebut, banyak karyawan bank Muamalat selalu mendirikan shalat tahajud sambil berdoa aga para nasabah yang meminjam pada bank tersebut mampu membayar pinjamannya tepat waktu.
Belajar dari pengalaman itu, pengelola bank syariah mulai mempersyaratkan adanya dokumen/aset sebagai jaminan/agunan bagi kreditor. Selain untuk kepentingan pengelola bank berupa amanah dari para deposan yang menitipkan dananya untuk dikelola oleh bank syariah, juga dengan adanya jaminan/agunan para kreditor dapat bekerja lebih serius dan berharap hasil yang maksimal. Dengan demikian, kedua belah pihak dapat bekerja dengan sangat amanah.
Bila dibandingkan dengan bank konvensional, rata-rata selalu menaikkan suku bunga kreditnya hampir 100 persen kepada kreditor karena tuntutan membayar bunga yang dijanjikan kepada para deposan. Pemerintah pun membantu menggelontorkan triliunan rupiah dari pajak rakyat untuk menutupi bunga.
Agunan Calon Mudharib
Dalam Ekonomi Islam, diperbolehkan meminta agunan kepada calon mudharib apabila merasa kurang yakin. Karena itu, banyak bank syariah mempersyaratkan adanya agunan bagi para peminjam/kreditor/mudharib. Bila dibandingkan dengan bank konvensional, pada bank syariah apabila bertransaksi biasanya melakukan akad dan ijab Kabul. Inilah perbedaan mendasar antara bank syariah dan bank konvensional dalam tata cara kredit pada akadnya.
Mengenai persentasi sebagai alat hitung kredit, kebiasaan masyarakatlah yang membentuk budaya yakni perhitungan persentase sebagai hak mutlak untuk menghitung bunga. Padahal seyogyanya tidaklah demikian.
Ada bank berlabel bank syariah namun dalam prakteknya masih menerapkan prinsip bank konvensional yang ribawi. Pengelola bank syariah semacam ini menggunakan system ekonomi Islam sebagai subordinat system ekonomi kapitalis. Label sebagai bank syariah hanya sebagai lip service, artinya yang tampak diluar berlabel Islam, namun yang tak tampak tetap intinya system kapitalis.
Contohnya pada saat akad musyarakah, beberapa bank syariah tidak mau tanggung rugi dengan alasan revenue sharing. Meskipun kreditor mengalami kerugian, pengelola bank syariah tertentu tetap meminta tambahan bagi hasil. Resikonya, agunan yang dikuasai oleh pengelola bank syariah menjadi momok bagi pengusaha muslim karena asetnya terancam.
Pada akad musyarakah, semestinya pihak pemodal (perbankan) dan pengelola usaha (kreditor) secara bersama-sama terjun langsung pada jenis usaha yang akan dilakukan dan disepakati. Caranya, pihak pemodal bisa menempatkan karyawan atau orang tertentu yang ditempatkan dalam jajaran manajemen yang terlibat mengawasi kegiatan perusahaan (kreditor) sehari-hari. Penempatan orang yang mewakili kepentingan bank syariah, dapat membuat para peminjam dana bisa lebih jujur, amanah dan terkontrol. Dengan cara ini, rugi atau untung bisa diketahui oleh kedua belah pihak sehingga kedua belah pihak pun sama-sama menanggung untung maupun rugi yang mengakibatkan hilangnya pihak yang terzalimi dari kebijakan kredit perbankan syariah.
Sebaiknya, pengelola bank syariah mengetrapkan kebijakan siap tanggung risiko rugi dengan ketentuan yang jelas dan menjadi kesepakatan kedua belah pihak. Suatu perusahaan bisa saja mengalami kerugian karena kecelakaan (kecurian), bencana alam, dan faktor risiko lainnya yang tidak disengaja. Disinilah prinsip ekonomi Islam yang hakiki yang semestinya pengelola bank syariah sadari.

Posted in Tak Berkategori | Tagged: , , , | No Comments »

Bank Syariah Dimata Pengusaha Muslim

Posted by musliminbeta on 15 Juni 2010

Meski keberadaan bank syariah telah memasuki dua decade, pandangan umat Muslim Indonesia belum sepenuhnya mengakui bank syariah sebagai implementasi dari prinsip-prinsip ekonomi syariah. Saya memantau pandangan para pengusaha muslim melalui milis, memperkuat asumsi tersebut.

Simak misalnya pendapat pemilik akun Amran, MBA yang memiliki pengalaman meminjam di bank syariah. Menurutnya pada bank syariah sistemnya sama dengan bunga, bukan bagi hasil sesuai syariah. Kemudian dia mencontohkan, keuntungan ditetapkan didepan berdasarkan pinjaman modal dan SBI, kerugian hanya ditanggung pengelola meskipun bukan kesalahan dari pihak penglola (pihak bank tidak mau mengambil resiko rugi).

Menurut Amran, “Apabila ada keterlambatan pembayaran maka akan dikenakan tambahan bagi hasil padahal keterlambatan bukan kesengajaan melainkan keterlambatan pembayaran dari bowheer. Jadi pihak pengelola sudah rugi sementara bank tambah untung ini sama dengan kapitalisme bukan? Dan banyak lagi praktek yang tak ada bedanya, hanya mengganti istilah saja. Hal ini yang sangat bertolakbelakang dengan syariah” tulisnya.

Menanggapi pendapat Amran MBA, pemilik akun Januar Iqbal ikut menceritakan pengalamannya berhubungan (bermuamalah) dengan bak syariah. Menurut Januar, “Kalau dikatakan “meminjam modal”, sepengetahuan saya konsepnya bukanlah seperti halnya konsep berinvestasi, tetapi lebih ke konsep jual beli barang. Di sini pihak bank bukanlah sebagai investor yang harus untung dan rugi bersama-sama dengan pengelola, tetapi sebagai penjual. Barang yang
dijual oleh bank adalah barang yang dibeli dari pihak lain, melalui perantara nasabah. Kemudian barang itu dijual kembali pada nasabah melalui sistem pembayaran cicilan. Sehingga wajar jika khawatir cicilan terhambat, pihak bank meminta jaminan”, tulisnya.

Kemudian Januar mengusulkan seharusnya pihak bank syariah tidak dapat menjual barang yang belum sepenuhnya dimiliki. Jika sebagai perantara saja, seharusnya bank hanya memperoleh
komisi sebagai perantara saja (antara investor sesunguhnya (yang menabung) dengan peminjam modal)). Berbeda sekali jika pihak bank punya barang yang sesungguhnya dimiliki(bukan perantara) dari hasil tabungan investasi, kemudian dijual kembali kepada pihak yang memerlukan(bisa kredit ataupun cicilan).

Seperti halnya dengan nama akun Fuad dari AnnahlGroup. Menurutnya, produk-produk pada bank syariah kesannya mirip atau kalau boleh dikatakan sama saja dengan perbankan konvensional (baca Bank Ribawi). Dia kemudian bertanya-tanya apakah kemudian perbedaan mendasar perbankan syariah dan ribawi ini? Kok kemudian dapat dikatakan bank syariah.

Pertanyaan besar yang mengganjal di hati dia, mengapa tokoh-tokoh yang biasa menjabat sebagai pengawas syariah dibeberapa instansi syariah semisal Dr. Muhammad Syafii Antonio, M.Ec, Ir. Adiwarman A. Karim, SE. MBA. MAEP, dll. tidak mengawasi ataupun tidak mengetahui praktek muamalah yang sedang berlangsung pada perbankan syariah kita. Ataupun mungkin lebih ekstrimnya apa mereka tidak mengetahui hukum-hukum muamalah syar’i?? ahh tentu saja hal tersebut sesuatu yang mustahil.

Menurutnya “Diluar hal tersebut kami pribadi sangat menyambut baik besarnya semangat ber-syariah dibeberapa aspek kehidupan masyarakat kita, termasuk perbankan syariah. Jangan juga seperti halnya pernah kami temui, teman kami-yang menganggap praktek bank syariah sama dengan bank riba-malah menganggap bank syariah jauh lebih buruk dari bank ribawi. bahkan dia lebih memilih bertransaksi dengan bank ribawi,” tulisnya.

Lanjutnya, “Sesuai dengan sebuah kaidah ‘sesuatu yg tidak bisa dilaksanakan seluruhnya, jangan pula ditinggalkan seluruhnya’. Harusnya sebagai seorang muslim alangkah lebih baiknya dalam transaksi yg menggunakan jasa perbankan (tranfer, menerima, atau kalau boleh menyimpan, dll.) lebih memilih perbankan syariah. Seminimal-minimalnya nih ketika masuk ke bank, kita tidak bertemu dengan pegawai wanita yg mengumbar aurat(mengenakan rok mini, bersolek berlebihan/tabarruj , dll.) yg biasa kita temui pada bank-bank ribawi.”

Lebih lanjut dia menulis “Kalau mungkin ada yang beralasan, ‘kan mitra usaha ana menggunakan perbankan ribawi, jadi ana menggunakan bank tersebut untuk transfer saja’. Perbankan syariah saat ini sebagian besarnya sudah menggunakan sistem online kok, jadi bisa transfer ke bank mana saja secara online. Memang terdapat biaya transfer biasanya(5-10 ribu), kalau kami menganggap biaya tersebut semisal infaq untuk pegawai bank syariah, atau tips untuk satpam muslim pada bank syariah tersebut, atau apalah anggapan positif lainnya. Karena kami yakin seluruh pengawai bank syariah secara keseluruhan muslim InsyaAllah”.

Pada akhir tulisannya, pemilik akun Annhal Group tetap menaruh harapan pada bank syariah dan menulis, “Kalau bukan kita yg mendukung usaha bersyariah pada bank-bank syariah trus siapa lagi? walaupun tetap kita katakan harusnya terus ada perbaikan ataupun perubahan sistem ke arah yang benar-benar sesuai dengan syariat Islam. Alhamdulillah saat ini kami jarang sekali atau kalau boleh dikatakan hampir tidak pernah lagi masuk ke bank ribawi. Malu-lah berjanggut, berbaju muslim, ataupun berjilbab, kok masuk ke bank ribawi, gak mecing!! penampilan begitu ke bank syariah lah”.

—-000—

Tiga pendapat diatas tidak mewakili pendapat secara umum pandangan para pengusaha Muslim. Namun setiap pengalaman seseorang yang telah berhubungan dengan bank syariah patut dijadikan input bagi pengelola bank syariah agar dapat mengevaluasi produk-produk yang ditawarkannya serta pola manajemen yang diterapkannya agar benar-benar sesuai dengan prinsip-prinsip ekonomi Islam.

Posted in Tak Berkategori | Tagged: , , , | No Comments »

Memagari Kerbau Si Buya

Posted by musliminbeta on 11 Februari 2010

Pada suatu hari, saya mendapat posting melalui email tentang pembangunan pagar istana tempat presiden SBY berkantor dengan biaya selangit. Disitu tertera angkat Rp 22 milyar. Wah…angka sebesar ini bisa jadi rekor baru pembuatan pagar termahal di Indonesia. Saya pun bertanya-tanya motivasi dibalik pembangunan pagar super mewah itu.

Untuk mencari inspirasi atas jawaban motivasi pembangunan pagar istana, saya mencoba menyantap Bassang sebagai sarapan pagi. Bassang adalah makanan tradisional orang Bugis-Makassar terbuat jagung menyerupai bubur. Berharap dengan menyantap bubur jagung bisa mendapatkan inspirasi jawaban di balik angka fantastis pembangunan pagar istana. Dengan menyantap bubur jagung juga sekaligus mengingat saudara kita yang mungkin makanan utamanya adalah jagung karena tidak mampu membeli beras. Harapan mendapatkan jawaban dari menyantap bassang tidak tercapai.

Pada siang hari, saya pun mencoba menyantap Sop Saudara, makanan khas orang Pangkep, Sulawesi Selatan dengan harapan yang sama mendapatkan inspirasi jawaban pembangunan pagar istana. SOp Saudara bukan berarti saudara penjual sop itu yang dijadikan menu sop tetapi sekedar brand kuliner. Konon kata SOP sebenarnya berasal dari akronim “Saya Orang Pangkep”. Menu SOp Saudara terdiri dari nasi, ikan bandeng bakar plus sambel dan tentu saja sop daging. Setelah menyantap SOP Saudara, saya pun belum mendapatkan inspirasi jawaban pemagaran istana.

Berlanjut pada sore hari, saya mencoba penganan Gapurung dengan harapan saya, mencari inspirasi. Gapurung adalah kuliner tradisional khas orang Palopo, SUlawesi Selatan yang terbuat dari bahan dasar sagu. Cara membuatnya saya tidak tahu persis, namun kalau persoalan cara memakannya sangat gampang. Gapurung adalah kuliner serupa bubur sagu yang diberi bumbu dan sayur-sayuran. Sesudah melahap sepiring Gapurung, inspirasi itupun tak kunjung datang.

Selanjutnya ketika malam menjelang, waktunya untuk menikmati makan malam. Saya memilih makan coto kerbau di sebuah warung coto yang tersebar di seantero Makassar. Saya melupakan sejenak penyakit hipertensi yang sering menggerogoti kesehatan saya demi mencari inspirasi jawaban atas pemagaran istana. Dan akhirnya, saya pun menemukan jawaban atas pemagaran istana tersebut sehabis makan malam.

Ternyata jawabannya cukup simpel. Pemagaran istana dengan biaya fantastis sebesar Rp 22 milyar adalah : MEMAGARI SI BUYA. Si Buya adalah kerbau yang selama ini meresahkan sang penghuni istana dan menjadi salah satu pembicaraan petinggi negara di Cipanas, beberapa saat lalu.

Saya pun lega, akhirnya inspirasi itu datang. Padahal sehari penuh saya berupaya keras mendapatkan jawaban dengan menyantap kuliner tradisional khas Sulawesi Selatan.

*) Tulisan ini imajener penulis.

Posted in Tak Berkategori | Tagged: , , | No Comments »

Orang Balang dan Ikan Gabus

Posted by musliminbeta on 5 Nopember 2009

Ikan gabus dalam Bahasa Makassar disebut juku’ balana’. Bagi orang Balang, Jeneponto dan keturunannya sepanjang tujuh turunan, ikan gabus merupakan ikan yang paling dihindari untuk dikonsumsi. Larangan untuk mengonsumsi bukanlah larangan agama, atau larangan kesehatan tetapi larangan budaya. Bila tetap nekad atau sekedar mencoba-coba memakannya, maka akan mengalami luka bisul pada kepala. Karena itu, hingga sekarang keturunan orang Balang yang telah banyak menyebar di seluruh Indonesia sangat pantang mengonsumsi ikan gabus.

–00–

Konon, pada zaman duhulu di Kampung Balang yang dikelilingi balang (sungai kecil: Bahasa Makassar) hiduplah sebuah keluarga terpandang di kampung para cerdik cendekia dalam Kerajaan Binamu itu. Kampung Balang ketika itu bila dianalogikan setingkat propinsi sekarang ini yang dipimpin oleh seorang Gallarang Balang. Sedang Kerajaan Binamu adalah setingkat negara. Kerajaan Binamu sejajar dengan Kerajaan Gowa karena dalam sejarah tidak ditemukan fakta bahwa Kerajaan Binamu adalah bawahan Kerajaan Gowa. Bahkan pada saat Kerajaan Bone dipimpin Aru Palakka menyerang markas Kerajaan Gowa, sebagian pasukannya terdiri dari pasukan Kerajaan Binamu.

Pada suatu ketika, datanglah seorang tamu kehormatan dari kerabat Kerajaan Binamu berkunjung ke kampung Balang. Keluarga yang dikunjungi ingin memberi suguhan khas orang Balang dengan menghidangkan ikan balana (ikan gabus) kepada tamu kehormatannya.

Maka kepala keluarga beserta pembantunya tersebut beranjak ke sungai yang tidak jauh dari rumahnya. Segala keperluan penangkap ikan disiapkan seperti jala (jaring) dan alat pancing. Dengan semangat yang besar, beranjaklah kepala keluarga tersebut dengan harapan dapat menangkap ikan balana (gabus) untuk dihidangkan kepada tamunya. Sang tamu pun menunggu dengan girang karena akan disuguhi ikan balana yang terkenal lezat, gurih dan enak.

Sesampainya di tepi sungai, diperhatikan semua sisi sungai yang akan menjadi sasaran penangkapan ikan balana’ (gabus). Sang kepala keluarga beserta pembantunya berusaha menyisiri sungai berkali-kali, tetapi tidak satu pun ditemui ikan balana’. Padahal ikan tersebut pada hari-hari sebelumnya sangat banyak ditemukan di sungai tersebut dan menjadi ikan favorit orang-orang Balang.

Setelah berjam-jam mencari ikan gabus yang tiba-tiba menghilang bak ditelan sungai, maka dengan kesal sang kepala keluarga tersebut mengangkat sumpah: ”Saya tidak akan makan ikan gabus sampai tujuh turunan !!!” Sejak itulah orang-orang Balang menganggap ikan gabus sebagai ikan yang paling dihindari untuk dimakan karena mempermalukan sebuah keluarga.

Dengan lesu bercampur malu, sang kepala keluarga beserta pembantunya itu bergegas pulang. Perasaan malu bercampur kesal tampak pada raut mukanya. Malu karena ikan yang dibanggakannya akan disuguhkan kepada tamunya, ternyata tidak terkabul. Ikan gabus itu mendadak hilang dari dalam sungai (balang) tersebut.

Meski menjadi pantangan, tidak sedikit orang-orang Balang sendiri menganggap sumpah tersebut tidak lagi berlaku karena silsilah mulai dari sang kepala keluarga yang mengangkat sumpah tersebut sudah melewati tujuh turunan. Jadi yang hidup sekarang ini diperkirakan generasi diatas tujuh turunan, alias delapan hingga sepuluh turunan. Karena itu, beberapa keluarga mulai dan sudah mencoba mencicipi ikan gabus sebagai lauk.

–00–

Berdasarkan Wikipedia, ikan gabus adalah satu jenis ikan air tawar, bahasa ilmiahnya adalah Channa striata. Dalam bahasa Inggris disebut dengan banyak nama seperti common snakehead, snakehead murrel, chevron snakehead, striped snakehead dan aruan. Ciri fisik ikan ini, seperti kepalanya yang cukup besar, dapat tumbuh hingga mencapai panjang 1 meter. Dinamai snakehead karena berkepala besar agak gepeng mirip kepala ular dengan sisik-sisik besar di atas kepala. Tubuh bulat memanjang, seperti pohon bambu. Sirip punggungnya juga memanjang sedang sirip ekor membulat di ujungnya.

Selain itu pada sisi atas tubuh –dari kepala hingga ke ekor– berwarna gelap hitam kecoklatan atau kehijauan. Sisi bawah tubuh putih, mulai dagu ke belakang. Sisi samping bercoret-coret tebal (striata, bercoret-coret) yang agak kabur. Warna ini seringkali menyerupai lingkungan sekitarnya. Mulut besar, dengan gigi-gigi besar dan tajam. Ikan gabus biasanya dapat dilihat di danau, rawa, sungai, dan saluran-saluran air hingga ke sawah-sawah. Ikan ini memangsa aneka ikan kecil-kecil, serangga, dan berbagai hewan air lain termasuk berudu dan kodok. Seringkali ikan gabus terbawa banjir ke parit-parit di sekitar rumah, atau memasuki kolam-kolam pemeliharaan ikan dan menjadi hama yang memangsa ikan-ikan peliharaan di sana. Jika sawah, kolam atau parit mengering, ikan ini akan berupaya pindah ke tempat lain, atau bila terpaksa, akan mengubur diri di dalam lumpur hingga tempat itu kembali berair. Oleh sebab itu ikan ini acap kali ditemui ‘berjalan’ di daratan, khususnya di malam hari di musim kemarau, mencari tempat lain yang masih berair. Fenomena ini adalah karena gabus memiliki kemampuan bernapas langsung dari udara, dengan menggunakan semacam organ labirin (seperti pada ikan lele atau betok) namun lebih primitif.

Pada musim kawin, ikan gabus jantan dan betina bekerjasama menyiapkan sarang di antara tumbuhan dekat tepi air. Anak-anak ikan berwarna jingga merah bergaris hitam, berenang dalam kelompok yang bergerak bersama-sama kian kemari untuk mencari makanan. Kelompok muda ini dijagai oleh induknya. Gabus dan kerabatnya termasuk hewan Dunia Lama, yakni dari Asia (genus Channa) dan Afrika (genus Parachanna). Seluruhnya kurang lebih terdapat 30 spesies dari kedua genus tersebut.

Di Indonesia terdapat beberapa spesies Channa; yang secara alami semuanya menyebar di sebelah barat Garis Wallace. Namun kini gabus sudah diintroduksikan ke bagian timur pula. Salah satu kerabat dekat gabus adalah ikan toman (Channa micropeltes), yang panjang tubuhnya dapat melebihi 1 m dan beratnya lebih dari 5 kg.

Sebetulnya ikan gabus memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Ikan-ikan gabus liar yang ditangkap dari sungai, danau dan rawa-rawa di Sumatra dan Kalimantan kerap kali diasinkan sebelum diperdagangkan antar pulau. Gabus asin merupakan salah satu ikan kering yang cukup mahal harganya. Selain itu ikan gabus segar, kebanyakan dijual dalam keadaan hidup, merupakan sumber protein yang cukup penting bagi masyarakat desa, khususnya yang berdekatan dengan wilayah berawa atau sungai. Ikan gabus juga merupakan ikan pancingan yang menyenangkan. Dengan umpan hidup berupa serangga atau anak kodok, gabus relatif mudah dipancing. Namun giginya yang tajam dan sambaran serta tarikannya yang kuat, dapat dengan mudah memutuskan tali pancing. Akan tetapi ikan ini juga dapat sangat merugikan, yakni apabila masuk ke kolam-kolam pemeliharaan ikan (Meskipun beberapa kerabat gabus di Asia juga sengaja dikembangbiakkan sebagai ikan peliharaan). Gabus sangat rakus memangsa ikan kecil-kecil, sehingga bisa menghabiskan ikan-ikan yang dipelihara di kolam, utamanya bila ikan peliharaan itu masih berukuran kecil.

Sejak beberapa tahun yang lalu di Amerika Utara, ikan ini dan beberapa kerabat dekatnya yang sama-sama termasuk snakehead fishes diwaspadai sebagai ikan berbahaya, yang dapat mengancam kelestarian biota perairan di sana. Jenis-jenis snakehead sebetulnya masuk ke Amerika sebagai ikan akuarium. Kemungkinan karena kecerobohan, maka kini snakehead juga ditemui di alam, di sungai-sungai dan kolam di Amerika. Dan karena sifatnya yang buas dan invasif, Pemerintah Amerika khawatir ikan-ikan itu akan cepat meluas dan merusak keseimbangan alam perairan.

Diketahui bahwa ikan ini sangat kaya akan albumin, salah satu jenis protein penting. Albumin diperlukan tubuh manusia setiap hari, terutama dalam proses penyembuhan luka-luka. Pemberian daging ikan gabus atau ekstrak proteinnya telah dicobakan untuk meningkatkan kadar albumin dalam darah dan membantu penyembuhan beberapa penyakit.

—000—

Bila benar ikan gabus kaya akan protein albumim, berarti secara tujuh turunan Orang Balang melewatkan kesempatan untuk menyerap jenis protein tersebut akibat sumpah moyang terdahulu. Bagi generasi baru orang-orang Balang, kesempatan untuk menikmati ikan balana sudah dapat dinikmati kapan saja tapi dimana saja, kecuali di dalam area wilayah Kampung Balang yang masih erat memegang petuah nenek moyang terdahulu.

Posted in Tak Berkategori | 2 Comments »

MAKNA IDUL FITRI, MEMPERKUAT KETAQWAAN DAN PERSAUDARAAN

Posted by musliminbeta on 20 September 2009

Oleh : Syeharani H. Husein, S.H.I
(Mantan Kepala Kantor Urusan Agama ,
Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan)

Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd

Marilah kita bersyukur ke Hadirat Allah SWT, Tuhan yang Maha Besar, Maha Tinggi dan Maha Agung, Tuhan yang ditangannya segala karunia, yang digenggaman-Nya segala rahmat dan yang dalam kepemilikan-Nya ridho dan kasih sayang. Sehinga karena itu, di pagi yang penuh kebahagiaan ini kita semua kembali berkumpul dalam suatu kebersamaan, satu ikatan, kekeluargaan dan persaudaraan, asse’re gau allasanakan parentana Allah Ta’ala siagang sunnah Nabbita Muhammad SAW, iamintu Pa’lapassang pappitarrang, ia nietengnga sikali sitaung.

Naribokoanna antu, se’re tanra panggai panrannuanta sebagai ummat muslim, maimaki naki massing assalawa appasalam mange ripangngulunta Mahammad SAW, suro kaminan malambusuka, kaminang sukku rigau baji, a’jari contoh paminawangngang jarred rikuntu tojeng.

Ma’aasyiral Muslim Sidang Jemaah Ied yang berbahagia.
Allahu Akbar 3 X Walillahit Hamd

Labbiya siratangki sukkur mammuji tamatappu mange rikaraeng malompoa, nasaba niatta ngasenja salama battu ribombanna panggodaya, galluru’ mappa’lingu-lingua, alimbangi tamparang luara’ pammanrakia kisalama battu rilabuang minasaya, a’rannu-rannu atte’ne-te’ne pa’mae, angkanyame tallasa masunggua, empo rilino mate’nea nasaba a’lampanamo bulan mala’birika tamangngu’rangi a’boko tamammaliang, mammoli pappasang apadongko pangngu’rangi. Dasi nadasi bulan malabbiriki nammoli kalabbirang, lanri sallona nitayang masarro nikacinnai, erokki jamming ilalang salasa rigaukanna.

Puasa mengantarkan kita kepada kehidupan yang suci dan bersih, yang memungkinkan dapat tampil memberi jawaban terhadap tumpukan permasalahan manusia, yang tak kunjung dituntaskan, karena untuk menyelesaikan masalah di permukaan bumi ini bukan semata diperlukan kecerdasan intelektualitas, tetapi juga diperlukan iman dan takwa. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Al A’raf ayat 96 yang berbunyi:

Wa lau Anna aslal quru amanu wattaqau la fatahna alaihim barakatin minassama’i wal ardi.

Artinya: Jika sekiranya penduduk suatu negeri beriman dan bertakwa, pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi…

Alangkah idealnya, penampilan sosok manusia yang bermuatan takwa dari hasil gemblengan ibadah puasa sebulan lamanya, sehingga hari raya Idul Fitri ini adalah hari kembalinya kaum muslimin kepada kesuciannya seperti salju, seputih buih dan seputih wajah dibalik kerudung putih, sejernih hati yang bersih nampak dengan ketakwaannya.

Tau appuasaya niaki arannu-rannu, lanri tappakki na napercaya pa;balasa’na Allah Ta’ala, kamma kananna Na’bita:

Lissa’imina far hatani far hatan inda ifsarihi wa farhatun inda liqa’i rabbihi

Battuanna: Naiya tau appuasaya anggapai rua kanannangan, iamintu sannangi nyawana riwattunna a’buka siagang sannangi nyawana punna sibuntuluki Allah Ta’ala ri akhera.

Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd

Dengan berpuasa kita akan mendapatkan ketenangan jiwa, ketentraman hati, dan kelapangan dada di samping pula puasa mendidik umat Islam menjadi sehat dan segar, jiwa semakin teguh, daya juang semakin meningkat, perasaan semakin halus, dan gairah menghadapi kehidupan semakin mantap. Intinya puasa dapat memberikan kesehatan bagi ummat Islam.

Ibnu Qayyum pernah berkata, puasa merupakan pencegah kerusakan tubuh, dapat menyembuhkan berbagai penyakit, seperti pembuluh darah, jantung, ginjal, kanker, kolesterol dan penyakit maag, hal tersebut sesuai sabda Nabi, Suumuu tashihuu (Berpuasalah supaya kamu sehat). Hakekat ibadah puasa adalah pengendalian diri dari nafsu, untuk mengendalikan nafsu adalah merupakan jihad akbar.

Syeh Tantowi Jauhari berpendapat bahwa jihat itu ada dua bahagian yaitu: (1) Jihad melawan musuh yang batin atau tidak nyata; jihad melawan hawa nafsu dan jihat melawan syaitan. (2) Jihad melawan musuh yang lahir, atau yang nyata yaitu jihad melawan orang-orang kafir, jihad melawan orang-orang munafik dan jihad melawan orang-orang zalim, orang-orang bid’ah, orang-orang yang sesat i’tikadnya dan orang yang selalu berbuat maksiat.

Itulah tugas orang-orang yang telah menang dan memperoleh kejayaan, baik perjuangan itu mereka laksanakan secara terus menerus, sebagai suatu kewajiban. Biarlah gelombang hidup itu membadai, memukul kita dengan sekuat-kuatnya, biarkanlah topan dan arus kebendaan meniup menderu, dengan sekencang-kencangnya, namun jiwa senantiasa terkendali, dengan iman dan Takwa kepada Allah SWT.

Ma’asyirah Muslimin Rahimakumullah

Perlu kita pahami bersama, bahwa kehidupan kita di dunia ini penuh dengan kewajiban yang mengaturnya. Kewajiban kita sebagai ayah dari anak-anaknya, kewajiban suami dari istri yang dicintai, kewajiban orang mampu terhadap orang miskin dengan membayar zakat dan sadaqah. Zakat mendidik manusia membersihkan jiwa dan rohaninya dari sifat bakhil, kikir dan rakus, serta mendidik manusia menjadi dermawan.

Syeh Amir Ali dalam bukunya The Spirit of Islam, berpendapat bahwa Islam memandang Suci sifat-sifat kedermawanan. Oleh sebab itu, lammoro passarena tau kalumannyang, sanrapan tongi bosi sarro ritangngana timoro la’bua, akkullei appatimbolamung-lamung, appakacoppong poko’-poko’ kayu. Karena mau dan ikhlas mengeluarkan Zakat, Infaq, Shadaqah harta kekayaannya sehingga pada ujung-ujungnya kekeringan kemiskinan dan segala keterbelakangan dan kemelaratan dalam masyarakat dapat tertuntaskan, kemiskinan dan kefakiran tidak perlu lagi terjadi, kecuali dengan kesejahteraan dan kemaslahatan yang semakin tumbuh subur dan berkembang itulah harapan kita semua.

Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd

Idul Fitri mengandung arti Al Audah ila al-fitrah, kembali kepada fitrah yaitu keberuntungan, kesucian, kebenaran dan sekaligus keindahan, empat naluri khas dan asli pada manusia yang dibawah sejak lahir dari rahim ibu, Sabda Rasulullah SAW:
Kullu mauuluudin yuuladu alal fitrati fa’abawaahu yuhakki daanihi auyunassiqanihi auyumujjisaanihi
Artinya: Setiap manusia dilahirkan dalam fitrah, kedua orang tuanyalah yang berperan membentuknya menjadi Yahudi, Nasrani atau majusi (Hadits).

Konsep Islam tentang kesucian manusia sangat mendasar. Manusia adalah makhluk Allah yang termulai di muka bumi ini. Mereka dicipta dalam kesucian karena dalam dirinya terdapat ruh Ilahi yang ditiupkan ke dalam jasadnya selagi ia masih dalam rahim ibu. Oleh karena itu Islam tidak mengenal konsep “dosa asal” atau “dosa turunan” karena perkara dosa dan pahala sepenunya bersifat individual berdasarkan kebebasan dan tanggung jawab yang diberikan oleh Tuhan kepada manusia. Firman Allah:
Wa an laisa lil insani illama samaa wa anna sa’uyahu saupa yura.
Artinya: Sesungguhnya tidak ada yang diperoleh manusia kelak kecuali apa yang diusahakannya sendiri, dan sesungguhnya hasil usahanya akan dilihatnya kelak. (QS. Al Najm 53: 39-40).

Walaa taksimu kullu nafsin illa alaina. Walaa taziru waaniratun wizra ukhra
Artinya: Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri dan seseorang tidak menanggung perbuatan dosa orang lain (QS. Al An’am 6: 164).

Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd
Ma’asyirah Muslimin Rahimakumullah

Nia’ se’re baine ni bokoi ri bura’nenna, ilalang tianang, sanna kasi-asina, nia nakanre ri allowa tena nakanre ribangngia. Lassuki ana’na niarenga Al Qamah, berarti katambangi ongkoso’na bangngi allo, mingka nakana amma’na Al Qamah, “anaka parallui ni katutui baji-baji’, nasaba’ se’re passare, siagang se’re amanah battu ri Allah Ta’ala”.

Bangngi allo amman’na a’minasa, su’ju appala doing mange ri Allah Ta’ala, ampatanroi ruayya limanna, ampamattiki je’ne mata, pa’nganrona, tulusuki pa’minasanna antama riatinna angkanayya, “Lompo laloji anakku, nanabalasaka te’ne, nanggappa todo areng baji’ ri paranna rupa tau…”.

Tungga’-tunggala amma’na Al Qamah, appala’ doing ri Allah Ta’ala, tassungkei langi’ tujua lapisi’na annengrengi arasa’kusia’ si kuntu malaekaka su’juki mange ri Allah Ta’ala, nanakana, “O….. karaengku, tena naku ambangung battu ri su’jukku punna tena nanutarimai, pappala’doanganna, anne se;rea atanta, nanakan Allah Ta’ala:
Yang artinya: Kutarimai pappala’ doanganna sikamma tau tappaka, sitojeng-tojeng na appala doing mange ronakke.

Ta’rapiki lompo Al Qamah, nakulle-kullei kalenna, jaimi barang-barangna, ga’gami bainenna, tanasailemi punna tau tuna, tanajallimmi punna tau kasi-asi, sangnging tau la’biri toananna, tau kalumannyang sahaba’na, tau tinggiaji pangka’na naurang a’bela-bela.

Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd

Apa kajariang? Al Qamah siri’siriki nacini amma’na nasaba rantasaki pakeanna, sanggenna naerangi a’lampa amma’na ri allaka, bella ri kamponga, nanaparekang balla’ rumpung-rumpung, ammantang akkale-kale mingka sirapi’ji battu ammanaikang ri balla’na Al Qamah.

Se’re waktu nia’ toananna Al Qamah sitabang tongi nia’na amma’na. Nakanamo toananna, “Inai anjo tau toa a’lampan tama sumpadeng?”
Nakanamo Al Qamah, “tau robokona ballaka ammantang, mingka sirapiki battu appala’pala”. Nalangngere le’baki amma’na. Mingka tena nakkana-kana, napurusu’ji barambanna, nana a’lu’ iloro’na.

Maka pinruanna, nia missing toananna Al Qamah, ti’ring nia tongi amma’na battu. Akkuta’nammi toananna Al Qamah, “Inai anjo tau toa sumpadeng a’lampa tama?” Nakanamo AL Qamah, “Tau ba’leang ballaka ammantang, mingka allo-alloi battu ri balla’ sambarang napala’ tanra kakuasanna Alla Ta’ala, nalangngere’misse amma’na pappiwalina Al Qamah, mange ri toananna, mingka tena nakkana amma’na, accokko-cokkoji nakereng je’ne matanna, larroji mingka tena nanapappacinikangi mange ri Al Qamah.

Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd

Nakanamo pa’mai’na amma’na Al Qamah, sikali mami, naku piwalimo ri dallekanna toananna. Ternyata maka pintallunna, nia misse toana la’biri’na ammalomi amma’na antama. Tenapa nakkuta’nang toananna, ammalopi assulu’ nampa nakuta’tang toananna. “Inai anjo tau toa ammalo assulu’?

Nakanamo Al Qamah, “tau kammanjo mange ammantang ri allu’kamponga, mingka allo-alloi battu appala-pala”. Nalangngere le’baki amma’na, jari ammotereki antama ammempo irawa ri sa’rinna kaderana Al Qamah, nanakanamo:
“O…. anakku Al Qamah, manna kuso’na pintujung taku sambari sikali, angkana ikau lakkana kamma ri nakke anrong tumallassukannu.
Ri wattunnu ca’di-ca’di ana’, angnginungko antu je’ne susu, lassu’ battu ri tallasa mate kusawala’.
Kupassai kalengku ana’. Allo kaalloang, bosi ka bosiang ampa’baru’bu kupakanreangko, ampatompo’-tompo’ assungangko, ana’.
Tau kupurusukko antu, ana’. Punna a’dongko rikalennu lamu lammanrakia. Kurakako antu, ana’
kapunna amma’ro gunturu’lantang bangngia. Kusalepakko antu punna ta’bebe’ kila dannaria.
Tau ta’tinroa antu ana’. Punna niakko appisa’ringi. Kukalaengko antu ana’, naku royongngang punna niako angngarru’.
Gau’nu siagang kanannu ana’, ma’nassa bellai ri minasangku.
Ammotere’ma anne ana’, punna upakko sicinikinjaki, punna cilakako, inakke mate tanucini, ikau mate tangku cini’.”

Ammotere’mi amma’n AL Qamah, a’jappa tasikali-kali, appitoto ilalang ati, nakerengi je’ne matanna, nana tapesang urusu’na, nasaba tenai riminasanna, lanynyaki ri pangngitunna.

Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd

Apa kale’bakanna? Narapiki cappa kakuasanna Al Qamah, natabami garring ta’ronang-ronang, tenamo aganna’, la’busu’mi barang-barangna’ tamma’mi surat Yasin nibacangi, na tena nakatto nyawana. Sanggenna mangemi sahabaka ri na;bita, napau keadaanna Al Qamah. Nakanamo Na’bita MUahammad SAW, “Apakah attalasa ki japi amma’na?” Appiwalimi sahabaka, angkanaya “Attalasa ki japi, ya Rasulullah, mingka sallomi tassicini, kanasassali amma’na.”

Nasuromi sahabaka mange amboyai amma’na Al Qamah, mingka teai battu, ka nakana “Tenamo antu amma’na AL Qamah. Nasassalima inakke, sukku’ji pangngainku ri anakku, lantanji pacceku ri garringna, mingka lantangangngangi pole loko’na atingku, passabakkeng kana siagang panggaukanna mange rinakke”.

Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd

Maka pintallunna mange ni boya, appasammi Na’bita angkanaya, “Pauang bajiki amma’na Al Qamah, punna tena nanubattu ampammoporangi ana’nu, maemamako anciniki punna lani pantamamo ri pepeka”.

Demi cinta dan kasih sayang, battumi amma’na AL Qamah, ammempo ri ampi’na Na’bita, anciniki ana’na lani pantama ri pepe’ lompoa. Mingka apa akkajariang…..nampapi niangka AL Qamah, lani pantama ri pepeka, akkanami amma’na, “Anakku…..anakku…..anakku Al Qamah, kupammopporammi dosanu ana’.” Kattotommi nyawana Al Qamah. Nana sabbu’mo kana, “Lailaha Ilallah”.

Ibunya Al Qamah sangat murka terhadap anaknya karena Al Qamah adalah anak satu-satunya yang dilahirkan dan dibesarkan dalam keadaan ekonomi yang sangat sulit namun penuh dengan kasih sayang sama seperti dengan orang tua lainnya kepada anak-anaknya sehingga ibunya sangat mengharapkannya, namun ternyata harapa ibunya sia-sia belaka sehingga Nabi SAW bersabda dalam haditsnya, sbb:

“Wahai sahabat muhajirin dan anshar, siapa yang mengutamakan istrinya daripada ibunya maka ia terkena kutukan “la’nat) Allah, Malikat dan manusia semuanya, bahkan Allah tidak menerima dari padanya ibadat fardhu dan sunnatnya. Kecuali jika bertobat benar-benar kepada Allah dan berbuat baik terhadap ibunya, dan minta kerelaannya, sebab ridha Allah dikaitkan dengan ridha ibu, dan murka Allah juga didalam murka ibu.”

Allahu Akbar 3 X Walillahil Hamd

Kesimpulan dari khutbah yang singkat ini yaitu: (1) Puasa mendidik kita menunjukkan iman dan takwa serta mengendalikan nafsu; (2) kita senantiasa berbuat baik kepada kedua orang tua, setelah kita sholat Idul Fitri ini segeralah ketemu IBU, baru Bapak sambil bersimpuh dan memegang tangan seraya mengucapkan mohon maaf atas segala kesalahan yang pernah diperbuat.
(Disampaikan pada Kutbah Idul Fitri di Mesjid Fastabiqul Khaerat, Kampung Balang, Jeneponto, SUlawesi Selatan)

Posted in Tak Berkategori | Tagged: , | 1 Comment »

Delapan Pemuda Luar Biasa Yang Merubah Dunia

Posted by musliminbeta on 16 September 2009

Delapan Pemuda Luar Biasa Yang Merubah Dunia saat ini masing-masing:
1. Mark Zuckerberg (kini 25 tahun/asal AS)
Ketika menciptakan situs jejaring sosial Facebook, Mark Zuckerberg baru berusia 19 tahun. Ia membuat Facebook untuk membantu membangun jaringan sosial bagi remaja di kampusnya saat itu, Universitas Harvard, Amerika Serikat.

Kini, Facebook merupakan situs jejaring sosial terbesar kedua setelah MySpace. Di bawah pimpinan Sang Penemu, situs ini terus tumbuh hari demi hari. Jutaan pengguna baru terus mendaftar setiap bulan!

2. Steve Shih Chen (31 tahun/Taiwan- AS), Jawed Karim (30 tahun/Jerman- AS), Chad Hurley (32 tahun/AS)
Keduanya adalah pencipta dari situs “berbagi video online”, YouTube. Mereka mendirikan YouTube pada 2005. Ketika itu, Chad berusia 28 tahun dan Steve 27 tahun.

Pada Oktober 2006, YouTube diakuisisi (diambil alih kepemilikannya) oleh Google. Nilainya: 1,65 miliar dollar AS (Rp16,9 triliun).

3. Jerry Yang (40 Tahun/Taiwan- AS) dan David Filo (42 tahun/AS)
Pada tahun 1995, kedua orang ini menemukan Yahoo!, situs mesin pencari kedua terbesar setelah Google. Saat itu, Jerry berusia 26 tahun dan Filo 28 tahun.

Tahun lalu, perusahaan raksasa Microsoft sempat ingin membeli Yahoo!. Nilai tawaran yang dibicarakan: 44,6 miliar dollar AS (Rp458,8 triliun). Rencana ini memang batal. Setelah itu, Microsoft dan Yahoo! tidak menampik mengenai kemungkinan kerja sama di masa mendatang.

4. Matt Mullenweg (25 tahun/AS)
Matt Mullenweg adalah pencipta situs penyedia blog gratisan: WordPress. Ia mulai baru berusia 19 tahun ketika mulai menciptakan cikal bakalnya.

WordPress menjadi tenar dalam waktu singkat. Alasannya, situs ini mudah dipakai dan selalu diperbarui. Hingga tahun 2008, tercatat ada 230 juta pengakses tetap dengan 6,5 miliar halaman WordPress yang bisa dilihat. Lalu, ada 35 juta posting baru dengan tambahan rata-rata empat juta posting setiap bulan..
Matt, yang pernah datang ke Jakarta pada Januari 2009 ini mengatakan, ia tidak akan menjual WordPress ke perusahaan besar dengan harga’ selangit’.. Ia juga bilang, tidak mencari keuntungan dari WordPress. Keuntungan sudah ia dapatkan dari beberapa perusahaan, yang dimilikinya.

5. Tom Anderson (38 tahun/Amerika Serikat)
Tom Anderson merilis MySpace pada bulan Agustus 2003. Ada kesimpang siuran data mengenai usianya saat itu, namun berbagai sumber menyebut Tom berusia kurang dari 30 tahun ketika menciptakan MySpace.

Saat ini, MySpace adalah salah satu situs jejaring sosial paling besar di dunia, yang bersaing ketat dengan Facebook. MySpace telah digunakan lebih dari 100 juta orang, dengan pengguna terbesar berasal dari kawasan Amerika Serikat.

Kelebihan MySpace terletak pada bidang musik. Ketika fasilitas musik terbaru (yaitu “audio streaming” gratis) diluncurkan pada 25 September 2008, hanya dalam beberapa hari saja, ada miliaran lagu yang didengarkan oleh para penggunanya. Kelebihan ini membuat banyak orang memperkirakan bahwa MySpace bisa mempengaruhi industri musik di internet.

6. Blake Aaron Ross (23 tahun/AS)
Blake Ross adalah pemuda jenius yang menciptakan Mozilla, fasilitas penjelajah internet. Mozilla diluncurkan untuk umum pada November 2004. Saat itu, usia Blake baru 19 tahun!

Mozilla kemudian digabungkan dengan Firefox, program yang diciptakannya bersama Dave Hyatt. Maka, setelah itu, namanya menjadi Mozilla Firefox.

Dengan cepat, Mozilla Firefox diterima para pengguna internet di dunia. Ia, antara lain, dinilai lebih aman dan mudah dipakai (dibandingkan dengan para kompetitornya) . Ia juga dinilai mampu merebut sebagian pasar fasilitas penjelajah internet, yang selama ini dikuasai oleh Microsoft Internet Explorer.

Banyak orang memuji kesuksesan Blake Ross. Direktur engineering Yayasan Mozilla, Chris Hoffman, mengatakan, “Dalam dunia 前pen Source’, posisi seseorang tergantung pada keahliannya. Dan Blake Ross memiliki semua keahlian yang dibutuhkan.”

7. Pierre Omidyar (41 tahun/Perancis- AS)
Pierre Omidyar merilis eBay pada 4 September 1995. Saat itu, usianya 28 tahun.

eBay adalah situs lelang online. Awalnya, Pierre membuat eBay untuk menolong seorang teman dekat yang ingin menjual sebuah produk. Namun, tak lama kemudian, eBay berkembang pesat menjadi lahan bisnis yang amat prospektif. Kini, eBay adalah situs lelang online terbesar di dunia.

Menurut Pierre, dalam sebuah wawancara, kesuksesan eBay tidak lepas dari dua hal. Pertama, kuatnya komunitas penjual dan pembeli, yang jumlahnya mencapai ratusan juta orang. Kedua, nilai-nilai baik yang dianutnya. Dalam bisnis, eBay percaya bahwa pada dasarnya setiap manusia itu baik dan setiap orang memiliki suatu keunggulan yang bisa diberikan kepada orang lain. Selain itu, eBay percaya bahwa kejujuran dan keterbukaan bisa membawa kebaikan pada diri manusia. Maka, aturan “emas” eBay adalah mengakui dan menghormati setiap orang sebagai individu yang unik. eBay pun berharap para anggotanya bisa mengikuti contoh yang diberikan.

8. Larry Page (36 tahun/AS) dan Sergey Brin (35 tahun/AS)
Keduanya merilis Google pada 4 September 1998. Saat itu, mereka baru berusia 25 tahun dan 24 tahun. “Kantor” pertama mereka adalah garasi.

Google, mesin pencari yang bisa menampilkan segala jenis informasi ini, disukai banyak orang - terutama para mahasiswa. Maka, hanya dalam tempo waktu beberapa tahun saja, Google bisa berkembang amat pesat dan meraup keuntungan miliaran dollar AS. Kini, Google bisa disebut sebagai mesin pencari nomor satu di dunia.

Kisah sukses Larry Page dan Sergey Brin dalam menciptakan dan mengembangkan Google telah menjadi inspirasi bagi banyak orang muda di dunia ini, khususnya para penggemar teknologi informasi. Mereka berharap bisa membuat program baru yang berguna bagi masyarakat dunia dan menguntungkan dari segi finansial.

ditunggu pemuda Islam yang merubah dunia……. ……… ……..! !!!!!!!

Posted in Tak Berkategori | Tagged: , | No Comments »

Tari Pendet, Iklan Pariwisata Malaysia dan Nasionalisme

Posted by musliminbeta on 27 Agustus 2009

Bulan Agustus adalah saat perayaan kemerdekaan negeriku. Namun di bulan ini, berhembus kabar yang menantang semangat nasionalisme kita untuk membela negeri ketika salah satu produk budaya masyarakat Indonesia yakni Tari Pendet digunakan negeri jiran Malaysia untuk iklan promosi pariwisata ke seluruh dunia. Tari Pendet yang berasal dari Bali merupakan salah satu ikon budaya Bali yang telah menjadi sentral pariwisata Indonesia dan telah dikenal masyarakat dunia. Menarikan tari Pendet atau memendet sudah sejak lama menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan spiritual masyarakat Hindu di Bali, sementara masyarakat Malaysia yang dominan menganut agama Islam tidak memiliki kaitan budaya dengan Tari Pendet.
Malaysia lewat siaran iklan Visit Malaysia Year mengklaim tari pendet atau tari selamat datang yang biasa disuguhkan masyarakat Bali kepada para tamu penting yang datang ke Pulau Dewata. Tari pendet yang dibawakan wanita berbusana adat Bali ditayangkan berkali-kali dalam iklan Visit Malaysia Year di beberapa stasiun televisi di dalam dan luar negeri. Guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar, Prof Wayan Dibia, MA, menyatakan, berdasarkan pengamatan pihaknya, penari yang ditayangkan dalam iklan tersebut adalah orang Bali. “Dua penari yang tampil merupakan alumnus ISI Denpasar yang bernama Lusia dan Wiwik. Sementara itu, pengambilan gambarnya dilakukan Bali Record sekitar dua hingga tiga tahun lalu,” ujar Prof Dibia  Kompas.com).
Kegerahan masyarakat Indonesia terhadap kasus Tari Pendet yang diklaim milik Malaysia tidaklah berlebihan karena kisah Tari Pendet hanyalah kelanjutan dari kisah-kisah sebelumnya. Sudah banyak kekayaan budaya indonesia yang dicuri, diklaim atau dipatenkan oleh negara lain, seperti Lagu Rasa Sayang Sayange, Reog Ponorogo, Batik Adidas, Sambal Balido, Tempe, Lakon Ilagaligo, Ukiran Jepara, Kopi Toraja, Kopi Aceh, dan sebagainya. Pertanyaan yang relevan adalah “apa yang harus kita lakukan agar hal ini tidak lagi terjadi”.
Langkah yang patut diapresiasi adalah langkah yang sedang dilakukan sejumlah anak muda yang terus berupaya untuk mencegah “pencurian produk budaya” untuk terus terjadi. Mereka para anak muda yang tergabung ke dalam Indonesian Archipelago Culture Initiatives (IACI) telah melakukan langkah nyata dibanding pemerintah yang hanya sibuk rapat, promosi dan pidato. Kerja nyata para anak muda itu dapat dilihat pada di situs http://budaya- indonesia.org Mereka melakukan proses pendataan budaya indonesia dalam situs tersebut. Selain itu, mereka juga mengupayakan langkah perlindungan hukum atas kekayaan budaya Indonesia.
Pada saat anak muda itu bekerja keras mendata produk budaya Indonesia, pihak pemerintah hanya sibuk melakukan pembelaan diri. Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Jero Wacik hanya mampu mengecam keras tindakan Malaysia dan mengirimkan surat teguran keras serta memanggil Dubes Malaysia untuk RI. Malah yang lebih aneh adalah pihak Departemen Luar Negeri (Deplu) seakan menjadi juru bicara Malaysia dengan mengeluarkan imbauan agar masyarakat tidak terprovokasi dengan isu ini.
Berikut Daftar Kekayaan Produk Budaya Asli INDONESIA  http://budaya-indonesia.org/iaci/Dat…d…) yang di klaim oleh pihak asing, terutama MALAYSIA :
Batik dari Jawa oleh Adidas / Malaysia
Naskah Kuno dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
Naskah Kuno dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
Naskah Kuno dari Sulawesi Selatan oleh Pemerintah Malaysia
Naskah Kuno dari Sulawesi Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
Rendang dari Sumatera Barat oleh Oknum WN Malaysia
Sambal Bajak dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Belanda
Sambal Petai dari Riau oleh Oknum WN Belanda
Sambal Nanas dari Riau oleh Oknum WN Belanda
Tempe dari Jawa oleh Beberapa Perusahaan Asing
Lagu Rasa Sayang Sayange dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
Tari Reog Ponorogo dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
Lagu Soleram dari Riau oleh Pemerintah Malaysia
Lagu Injit-injit Semut dari Jambi oleh Pemerintah Malaysia
Alat Musik Gamelan dari Jawa oleh Pemerintah Malaysia
Tari Kuda Lumping dari Jawa Timur oleh Pemerintah Malaysia
Tari Piring dari Sumatera Barat oleh Pemerintah Malaysia
Lagu Kakak Tua dari Maluku oleh Pemerintah Malaysia
Lagu Anak Kambing Saya dari Nusa Tenggara oleh Pemerintah Malaysia
Kursi Taman Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Perancis
Pigura Dengan Ornamen Ukir Khas Jepara dari Jawa Tengah oleh Oknum WN Inggris
Motif Batik Parang dari Yogyakarta oleh Pemerintah Malaysia
Desain Kerajinan Perak Desak Suwarti dari Bali oleh Oknum WN Amerika
Produk Berbahan Rempah-rempah dan Tanaman Obat Asli Indonesia oleh Shiseido Co Ltd
Badik Tumbuk Lada oleh Pemerintah Malaysia
Kopi Gayo dari Aceh oleh perusahaan multinasional (MNC) Belanda
Kopi Toraja dari Sulawesi Selatan oleh perusahaan Jepang
Musik Indang Sungai Garinggiang dari Sumatera Barat oleh Malaysia
Kain Ulos oleh Malaysia
Alat Musik Angklung oleh Pemerintah Malaysia
Lagu Jali-Jali oleh Pemerintah Malaysia
Tari Pendet dari Bali oleh Pemerintah Malaysia

Posted in Tak Berkategori | Tagged: | No Comments »

KOPASUS, Pasukan Khusus Terbaik Ketiga Di Dunia

Posted by musliminbeta on 17 Agustus 2009

Pada hari kemerdekaan negeriku yang ke-64, terbersit satu kebanggaan atas apresiasi sebuah televisi dari mancanegara, TV Discovery yang menempatkan KOPASUS sebagai pasukan khusus terbaik ketiga di dunia. Peringkat pertama jatuh pada pasukan SAS dari Inggris, kemudian peringkat kedua pada pasukan khusus MOSSAD, Israel. Kehandalan pasukan khusus KOPASUS mengalahkan pasukan khusus dari Amerika Serikat (AS) yang tidak masuk ke dalam peringkat terhormat.
Nampaknya stasiun televisi tersebut menggunakan kriteria yang khusus pula yakni pasukan khusus yang hebat adalah pasukan yang mampu mencapai kualitas sempurna dalam Kemanpuan Individu, seperti kemampuan bela diri, bertahan hidup, strategi kamuflase, daya tahan, gerilya, membuat perangkat, dan sebagainya. Sementara pasukan khusus AS terlalu tergantung pada peralatan yang menggunakan teknologi super canggih, dan serba digital sehingga mengaburkan kemampuan individu anggota pasukan khusus.
Sebagai catatan, tentara AS yang memiliki alat tempur super canggih pernah dikalahkan oleh Tentara Vietnam yang menggunakan strategi perang gerilya. Guna memenangkan perang, tentara AS menggunakan segala cara, termasuk menggunakan kuman pembunuh manusia dan tanaman di Vietnam. Pada tahun 1975, pernah ditayangkan di TV tentara Amerika lari terbirit - birit digempur oleh Tentara Vietnam Utara saat Tentara Amerika dipaksa keluar dari Saigon. Amerika memang unggul dalam kekuatan udara tapi lemah dalam pertempuran di darat. Tentara Vietnam Utara bisa muncul dari mana saja karena mereka bisa dengan mudah masuk dalam lubang tikus di dalam tanah dan dengan diam - diam menyergap tentara Amerika.
Kopasus adalah pasukan khusus yang sebenarnya memiliki keterbatasan fasiltas/equipment namun sangat terampil, terlatih, pemberani. Hanya saja ketika era Orde Baru pasukan khusus ini pernah dijerumuskan oleh pemimpinnya untuk kepentingan politik yakni operasi penculikan aktifis yang tak lain adalah anak-anak bangsa yang memiliki jiwa kritis terhadap penguasa yang bertindak zalim dan otoriter. Akibatnya image tentang pasukan khusus KOPASUS menjadi tidak harum ditengah sebagian penduduk negeri khatulistiwa ini.
Meski demikian, perubahan iklim politik membuat TNI kembali ke barak alias kembali kepada profesinya sebagai alat pertahanan negara. Kesempatan ini dimanfaatkan untuk memperkuat profesionalitas tentara kita yang sejak dulu dikenal memiliki ketrampilan mumpuni. Kita tahu bahwa satu orang anggota KOPASUS dilatih untuk mampu melumpuhkan 7-8 orang anggota pasukan musuh. Selain KOPASUS, seperti Angkatan Udara (AURI) pernah dinobat sebagai pasukan nomor dua terbaik di Asia ketika era 1960-an. Pasukan pengawal presidenpun (Pasukan Cakrabirawa ketika itu) memiliki ketrampilan bisa menendang pisau di lantai ke tubuh sasaran dengan tepat. Ketika terjadi Peristiwa G 30 S/PKI, AURI yang ketika itu dibawah pengaruh PKI mengancam bisa meratakan Kota Jakarta dalam tiga menit. Secara individu pun tentara kita diakui memiliki ketrampilan militer, misalnya Ali Sadikin dikenal memiliki ketrampilan menembak tepat menggunakan Bazooka sambil berlari.
Cerita diatas adalah satu cupilkan dari rasa bangga terhadap tentara kita, utamanya KOPASUS. Semoga tentara kita tetap menjunjung profesionalisme dan selalu menjauhi politik praktis. Dirgahayu kemerdekaan bangsaku, Jayalah Indonesia di mata dunia !

Posted in Tak Berkategori | Tagged: | 4 Comments »

Menikmati Ikan Bandeng Pangkep di Tengah Empang

Posted by musliminbeta on 17 Agustus 2009

Pagi itu langit sangat cerah. Sekitar pukul 9 pagi, saya meluncur ke Pangkep mengendarai mobil sedan bersama keluarga kecil saya yakni sang istri, Yanti dan anak-anak Ayu dan Uje. Juga turut adalah Daeng Sunggu, kakak saya bersama keluarga kecilnya, Mas Subir, Irpan dan Della. Sasarannya adalah rumah Nurul Ekawati yang memiliki hajatan syukuran sarjana setelah dinyatakan lulus sebagai Lulusan Terbaik dari FKM UMI Makassar. Jarak antara Kota Makassar dengan Kota Pangkep sekitar 30 km dan bisa ditempuh sekitar satu jam.
Sesampainya di tempat tujuan, saya beserta rombongan keluarga kecil mampir sejenak di rumah sang empunya hajatan sembari mencicipi makanan ringan. Rumah Nurul terletak berada di pinggir Kota Pangkep. Sejurus kemudian, satu per satu rekan Nurul dari FKM UMI berdatangan. Kebanyakan menggunakan sepeda motor sehingga suaranya tak ubahnya seperti kampanye partai. Usai shalat zuhur, rombongan mulai beranjak menuju empang, tempat hajatan diadakan. Jarak dari rumah menuju empang ditempuh sekitar 15 menit kearah Barat menuju Kelurahan Angrong Appaka.
Sepanjang jalan, setelah melewati areal perkampungan penduduk nampak terhampar empang yang sangat luas. Udara bertiup sangat kencang, karena sepanjang jalan tidak ditumbuhi pohon-pohon pelindung. Terik mentari menyengat kulit namun dikalahkan oleh rasa gembira membayangkan ikan bandeng bakar yang menggoda selera makan.
Di sepanjang hamparan empang, terdapat satu bangunan khusus tempat memarkir kendaraan. Bangunan itu sangat sederhana, atasnya dari seng, dan sekelilingnya dibiarkan terbuka untuk memudahkan kendaraan diparkir. Luasnya sekitar tiga kali empat meter. Nampaknya bangunan itu menjadi tempat parkir bersama untuk para pengelola empang, tentunya tanpa dipungut biaya parkir.
Setelah memarkir kendaraan, kini akan menempuh perjalanan menuju bungalow khas Makassar berupa rumah panggung di tengah empang. Saya menyaksikan bungalow tersebut dari jauh sudah berdiri tenda-tenda biru di sekelilingnya. Namun, ah jaraknya lumayan jauh dari jalan. Namun, sekali lagi tekad mencicipi ikan bandeng bakar sepuasnya mengalahkan nyali saya yang sempat ciut. Dan benar, jarak menuju bungalow lumayan jauh bila ditempuh dengan jalan kaki. Apalagi, berjalan diatas sisi-sisi empang harus ekstra hati-hati karena rumput yang terinjak sangat licin. Kalau tidak hati-hati, siap-siap tergelincir ke bawah empang yang airnya kehijau-hijauan.
Dengan semangat enjoy, saya menelusuri bibir empang sambil menggendong si Uje diatas pundak. Berbekal ketrampilan hiking sejak bergabung di Pramuka, berjalan diatas jalan berumput licin menjadi hal yang biasa. Apalagi sambil menggendong si kecil Uje yang sedang riang menyaksikan pemandangan empang, sesuatu yang baru dilihatnya. Saya menelusuri bibir empang sekitar lima belas menit dan berhasil melewati rintangan alam.
Sesampainya di bungalow, nampak para pembakar ikan bandeng sedang membolak-balik ikannya diatas pembakaran. Disampingnya tergeletak wadah yang berisi ikan yang belum dibakar, sedang disisi lainnya nampak wadah ikan bandeng yang sudah dibakar dan telah siap disantap. Kami diajak menaiki rumah panggung oleh sang empunya hajatan. Sesaat saya memandang sekeliling bungalow yang di kelilingi hamparan empang yang dipenuhi ikan-ikan bandeng.
Didalam rumah panggung, sudah terhidang makanan pembuka berupa es kelapa. Setelah mencicipi es, perlahan santapan utama mulai dihidangkan satu per satu. Disamping ikan bandeng dan sambelnya, juga ada udang merah besar yang tak kalah menggiurkan. Juga turut dihidangkan nasi putih beserta sayur asem.
Ikan bandeng bakar sangat mendominasi hidangan. Pada setiap piring terisi sekitar lima sampai enam ekor ikan bandeng. Sambil menahan selera yang semakin menggebu menyaksikan ikan bandeng bakar, perlahan piring saya raih bersama nasi putih lengkap dengan sambel pedas. Setelah itu ikan bandeng sudah ikut berpindah ke atas piring saya. Satu per satu daging ikan saya sikat habis, sedang tulangnya ditaruh dipiring lain supaya tidak bercampur tulang ikan dan daging ikan. Tidak terasa ikan bandeng yang bisa saya habiskan hanya tiga ekor. Padahal nafsu saya ingin menghabiskan hingga sepuluh ekor, alamak.
Setelah perut kenyang, saya bergerak mencari udara hangat. Saya beranjak menuruni bungalow dan mengitarinya untuk mencari tempat teduh. Saya berjalan melewati tempat pembakaran ikan bandeng yang masih terus mengepul asapnya. Tujuan saya adalah di sisi belakang bungalow yang terlihat teduh, dengan pemandangan yang sangat eksotik. Di tempat itu bisa menyaksikan deretan bukit-bukit batu kapur khas Pangkep yang menjadi bahan baku pembuatan semen. Kita tahu di daerah Pangkep terdapat pabrik semen yang sangat terkenal, PT Semen Tonasa, sebuah BUMN yang mengeksplorasi bukit-bukit kapur Pangkep sejak era 1970-an. Tidak jauh dari Pangkep, yakni di Maros juga sudah berdiri megah perusahaan swasta nasional PT Semen Bosowa yang juga mengekplorasi bukit-bukit kapur yang memanjang dari Pangkep hingga Maros.
Sejurus kemudian, Baho, begitu panggilan akrabnya, seorang rekan Nurul di FKM UMI berbaur bersama para nelayan yang sedang menjala ikan bandeng sebagai bekal oleh-oleh. Ada sekitar tiga orang penangkap ikan menggunakan jala yang memanjang. Suara riuh rendah menggema di pinggir empang menyorakinya. Ada yang menyoraki dengan kata-kata, “Baho, si bocah petualang”, “ Baho, awas lepas ikannya”, dan teriakan lainnya. Nampak ikan menggelepar-gelepar di tangan Baho dan para penangkap ikan itu. Banyak juga yang lepas dari tangkapan dan dibiarkan. Ikan-ikan yang sudah ditangkap ditaruh pada wadah yang dikepit seperti ransel yang terbuat dari tali dan dibawa oleh masing-masing penangkap ikan.
Setelah adegan penangkapan ikan, sang empunya hajatan, Nurul Ekawati membagi-bagikan ikan bandeng sebagai oleh-oleh untuk dibawa pulang. Ikan-ikan itu ditaruh ditas kresek hitam besar sekitar 10-15 ekor tiap kantong kresek. Terbayang beban bertambah menyusuri jalan pulang diatas rumput licin di bibir empang. Berkat energi yang sudah bertambah dari perut yang sudah kenyang, tingkat kewaspadaan menyusuri rumput licin akhirnya bisa dilalui dengan aman. Setibanya di tempat parkir, rasanya badan kembali kecapaian, dan kembali rasa lapar timbul.
Saya beserta rombongan meninggalkan lokasi empang dan Kota Pangkep menuju Makassar sekitar pukul 15.00 Wita. Sedang rombongan lainnya memilih menuju tempat rekreasi yang terkenal di pinggir Kota Pangkep, Dufan Mattampa yang dikenal memiliki sarana waterboom pertama didalam wilayah Sulawesi Selatan.

Posted in Tak Berkategori | Tagged: , | No Comments »

Posted by musliminbeta on 13 Agustus 2009

Posted in Tak Berkategori | No Comments »